PERILAKU KEORGANISASIAN

      

NAMA            :  ANITA  PURWATI

KELAS           :  2EA18

NPM               :  10210891

 

                                  PERILAKU KEORGANISASIAN

PENDAHULUAN

Persoalan-persoalan organisasi cenderung semakin ruwet, karena manusia

baik sebagai individu maupun anggota kelompok selaku pendukung utama suatu

organisasi maupun bentukya, memiliki perilaku dan pembawaan yang berbedabeda

dan cenderung berkembang mempengaruhi perilaku organisasi.

Hal ini merupakan tantangan yang harus di hadapi oleh setiap manajer atau

pimpinan organisasi. Oleh sebab itu pembahasan masalah tingkah laku manusia di

dalam organisasi atau perilaku organisasi merupakan suatu hal yang sangat urgen

untuk secara terus-menerus dipelajari.

 

A. PENGERTIAN DAN UNSUR ORGANISASI

Secara umum Organisasi dapat didifinisikan sebagai berikut: Organisasi adalah

suatu sistem yang terdiri dari pola aktifitas kerjasama yang dilakukan secara

teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan.

Dari pengertian di atas disimpulkan bahwa organisasi memiliki 4 unsur, yaitu :

sistem, pola aktifitas, sekelompok orang/individu dan tujuan.

1. Organisasi merupakan suatu sistem,terdiri dari sub sistem atau bagian-bagian

yang dalam melaksanakan aktifitasnya saling berkaitan satu sama lain. Demi

keberhasilan misinya, suatu organisasi harus selalu peka dan beradaptasi

dengan perubahan lingkungan eksternal, seperti : selera konsumen, teknologi,

sosial politik, penduduk, sosial budaya, dan lain sebagainya. Ada

kecenderungan semakin besar dan kuat suatu organisasi akan semakin mampu

untuk beradaptasi dengan faktor lingkungan.

2. Pola aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang di dalam organisasi pada

umumnya mengikuti pola tertentu dengan urutan pola kegiatan relatif teratur

dan berulang-ulang. Sedangkan aktivitas yang dilakukan secara temporer/

sementara tidak dapat dikatakan organisasi, seperti kegiatan demo dll.

3. Sekelompok orang, organisasi pada dasarnya merupakan kumpulan orangorang,

setiap manusia mempunyai keterbatasan baik kemampuan fisik, daya

AAR_tea : Kepemimpinan & Perilaku Organisasi (MPD 106) Page 2

pikir maupun waktu. Oleh karena itu mereka berorganisasi, agar dapat saling

bekerja sama dan melengkapi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

4. Tujuan organisasi. Organisasi didirikan untuk mencapai suatu tujuan.

Tujuan organisasi terbagi dua, yaitu :

a. Tujuan jangka panjang bersifat abstrak – Misi.

b. Tujuan jangka pendek = Tujuan operasional (Obyektif).

 

B. PENGERTIAN PERILAKU KEORGANISASIAN

Perilaku keorganisasian merupakan bidang studi yang mempelajari tentang

interaksi manusia dalam organisasi, meliputi studi secara sistimatis tentang

perilaku, struktur dan proses dalam organisasi. Organisasi diciptakan oleh

manusia untuk mencapai suatu tujuan, dan pada saat yang sama manusia juga

membutuhkan organisasi untuk mengembangkan dirinya. Oleh sebab itu antara

organisasi dengan manusia memiliki hubungan yang saling membutuhkan dan

menguntungkan. Mempelajari perilaku keorganisasian sifatnya agak abstrak, tidak

menghasilkan prinsip-prinsip yang sederhana, tetapi seringkali menemui prinsipprinsip

yang komplek dimana penjelasan atau analisanya bersifat situasional.

Dalam perilaku keorganisasian tidak ada prinsip-prinsip yang berlaku umum yang

dapat diterapkan pada semua situasi.

 

C. TINGKATAN ANALISIS DALAM PERILAKU ORGANISASI

Kejadian-kejadian atau permasalahan yang terjadi dalam organisasi dapat

dianalisis dari tiga tingkatan analisis, yaitu : tingkat individu, kelompok dan

organisasi. Di sini kita ambil salah satu contoh, misalnya saja terjadi adanya

konflik antara kepala bagian gudang dengan kepala bagian pembelian dapat

dianalisis secara berbeda. Hal ini tergantung apakah konflik tersebut dipandang

sebagai konflik antarindividu, atau merupakan konflik antargugus tugas pada

tingkat kelompok atau konflik antara dua kepala bagian pada tingkat organisasi.

  1. Pada tingkat individu, kejadian yang terjadi dalam organisasi dianalisis

dalam hubungannya dengan perilaku seseorang dan interaksi kepribadian

AAR_tea : Kepemimpinan & Perilaku Organisasi (MPD 106) Page 3

dalam suatu situasi. Masing-masing orang dalam organisasi memiliki sikap,

kepribadian, nilai dan pengalaman yang berbeda-beda yang mempengaruhinya

dalam berperilaku.

b. Pada tingkat kelompok, perilaku anggota kelompok dipengaruhi oleh

dinamika anggota kelompok, aturan kelompok, dan nilai-nilai yang dianut

oleh kelompok.

c. Pada tingkat organisasi, kejadian-kejadian yang terjadi dalam konteks

struktur organisasi. Struktur dan posisi seseorang dalam organisasi membawa

pengaruh pada setiap interaksi sosial dalam organisasi. Dalam struktur

organisasi hubungan pelaporan yang bersifat hierarkhi memberikannya

kekuasaan dan wewenang tertentu untuk memengaruhi individu yang lainnya

dalam organisasi. Struktur organisasi mempengaruhi bagaimana informasi

dikomunikasikan dan keputusan dibuat.

Faktor lingkungan eksternal memiliki pengaruh yang kuat pada masing-masing

tingkatan analisis. Misalnya rendahnya produktivitas, karyawan yang malas/tidak

masuk kerja, kelambanan dalam penyelesaian unjuk rasa dan masalah-masalah

organisasi lainnya, memerlukan analisis lebih dari sekedar analisis pada tingkat

individu, kelompok dan organisasi. Organisasi lebih banyak menghadapi desakan

dari faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi efektivitas organisasi, seperti:

tuntutan konsumen akan produk yang berkualitas tinggi, persaingan yang

bersifat global, fluktuasi ekonomi, tuntutan gaya hidup dan lain-lain.

 

D. KARAKTERISTIK DALAM PERILAKU ORGANISASI

Dalam mempelajari perilaku keorganisasian dipusatkan pada 3 karakteristik, yaitu

a. Perilaku. Fokus dari perilaku keorganisasian adalah perilaku individu dalam

organisasi, oleh karenanya harus mampu memahami perilaku berbagai

individu dan organisasi.

b. Struktur. Struktur berkaitan dengan hubungan yang bersifat tetap dalam

organisasi, bagaimana pekerjaan dalam organisasi dirancang, dan bagaimana

AAR_tea : Kepemimpinan & Perilaku Organisasi (MPD 106) Page 4

pekerjaan diatur. Struktur Organisasi berpengaruh besar terhadap perilaku

individu atau orang dalam organisasi serta efektivitas organisasi.

c. Proses. Proses organisasi berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara

anggota organisasi. Proses organisasi meliputi : komunikasi, kepemimpinan,

proses pengambilan keputusan dan kekuasaan. Salah satu pertimbangan

utama dalam merancang struktur organisasi adalah agar berbagai proses

tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Dalam ilmu managemen, seorang manager harus mengetahui perilaku individu.

Dimana setiap individu ini tentu saja memiliki karakteristik individu yang

menentukan terhadap perilaku individu, yang pada akhirnya menghasilkan sebuah

motivasi individu. Perilaku manusia adalah sebagai suatu fungsi dari interaksi

antara individu serta lingkungannya. Semua perilaku individu agaknya dibentuk

oleh kepribadian dan pengalamannya.

 

Perilaku individu dalam organisasi meliputi :

1. Karakteristik individu, terdiri dari kemampuan, kebutuhan, kepercayaan,

pengalaman, pengharapan, dan lain-lain

2. Karakteristik organisasi, meliputi hierarki, tugas-tugas, wewenang, tanggung

jawab, sistem penghargaan, sistem kontrol, dan lain-lain

Dasar-dasar perilaku individu antara lain :

1. Karakteristik biografis, terdiri atas umur, jenis kelamin, status perkawinan,

masa kerja

2. Kemampuan, meliputi kemampuan fisik dan kemampuan intelektual

3. Kepribadian, yaitu himpunan karakteristik dan kecenderungan yang stabil serta

menentukan sifat umum dan perbedaan dalam perilaku seseorang

4. Determinan kepribadian, terbentuk karena faktor keturunan, lingkungan, dan

situasi

5. Pembelajaran, yakni setiap perubahan yang relatif permanen dari perilaku yang

terjadi sebagai hasil pengalaman

AAR_tea : Kepemimpinan & Perilaku Organisasi (MPD 106) Page 5

Kelompok (group) adalah dua individual atau lebih yang berinteraksi dan saling

bergantung dan saling bergabung untuk mencapai sasaran tertentu

Ada 4 alasan yang menyebabkan manusia/individu memerlukan kehadiran

suatu kelompok atau perlu membentuk kelompok, yaitu : alasan untuk pemuasan

kebutuhan; adanya kedekatan dan daya tarik; adanya tujuan kelompok; dan

adanya alasan ekonomi. Ada dua alasan seseorang bergabung dalam kelompok.

Pertama, untuk mencapai tujuan yang bila dilakukan sendiri tujuan itu tidak

tercapai. Kedua, dalam kelompok seseorang dapat terpuaskan kebutuhannya dan

mendapatkan reward sosial seperti rasa bangga, rasa dimiliki, cinta, pertemanan,

dsb. Besarnya anggota kelompok akan mempengaruhi interaksi dan keputusan

yang dibuatnya.

Kelompok merupakan bagian dari suatu organisasi sebagai suatu sistem.

Faktor eksternal yang menentukan perilaku dan prestasi kelompok seperti strategi

organisasi, struktur wewenang, peraturan, sumber-sumber organisasi, proses

seleksi, sistem imbalan, budaya organisasi, dan lingkungan fisik.

Selain faktor eksternal di atas, perilaku dan prestasi kelompok juga

ditentukan oleh internal anggota kelompok itu sendiri yaitu sumber-sumber yang

dimiliki oleh para anggota kelompok, terdiri dari :

1. Kemampuan

Prestasi kelompok mempunyai hubungan dengan kemampuan fisik dan

kemampuan intelektual yang relevan dengan tugas dari anggota kelompok.

2. Karakteristik kepribadian

Sifat-sifat kepribadian para anggota kelompok mempunyai efek terhadap

prestasi kelompok oleh pengaruh kuat tentang bagaimana anggota kelompok

berinteraksi dengan para anggota kelompok yang lain.

Pada tingkat individu, jika pegawai merasa bahwa organisasi memenuhi

kebutuhan dan karakteristik individualnya, ia akan cenderung berperilaku positif.

Tetapi sebaliknya, jika pegawai tidak merasa diperlakukan dengan adil, maka

mereka cenderung untuk tidak tertarik melakukan hal yang terbaik. Untuk itu,

ketika seseorang mempunyai ketertarikan yang tinggi dengan pekerjaan,

AAR_tea : Kepemimpinan & Perilaku Organisasi (MPD 106) Page 6

seseorang akan menunjukkan perilaku terbaiknya dalam bekerja. Selanjutnya

tidak semua individu tertarik dengan pekerjaannya. Akibatnya beberapa target

pekerjaan tidak tercapai, tujuan-tujuan organisasi tertunda dan kepuasan serta

produktivitas pegawai menurun.

Di lain pihak, organisasi berharap dapat memenuhi standar-standar sekarang yang

sudah ditetapkan serta dapat meningkat sepanjang waktu. Masalahnya adalah cara

menyelaraskan sasaran-sasaran individu dan kelompok dengan sasaran organisasi;

dan jika memungkinkan, sasaran organisasi menjadi sasaran individu dan

kelompok. Untuk itu diperlukan pemahaman bagaimana orang-orang dalam

organisasi itu bekerja serta kondisi-kondisi yang memungkinkan mereka dapat

memberikan kontribusinya yang tinggi terhadap organisasi.

AAR_tea : Kepemimpinan & Perilaku Organisasi

 

NAMA            :  ANITA  PURWATI

KELAS           :  2EA18

NPM               :  10210891

SUMBER RUJUKAN

http://stiem.blogspot.com/2009/04/perilaku-keorganisasian.html

Tentang anitapurwati

kalo kata orang baik, cantik, wangi, ceria wkwk
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s